Rabu, 05 Juni 2013

PENTINGNYA TAZKIYATUN NUFUS (PENYUCIAN JIWA)
Tazkiyatun nufus dapat diperoleh dengan melakukan amal-amal yang ihklas hanya mengharap ridho Allah dan mengikuti Sunnah Rasul. dapat kita lihat dalam QS. Al-A'laa: 14-15 yang artinya: Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat Nama Rabb-Nya lalu ia shalat. Hati ini kelak akan ditanya tentang apa yang terlintas, apa yang dipikirkan dan apa yang diyakininya.
Hati ibarat raja, sedangkan anggota badan ibarat pasukannya, apabila baik rajanya maka baik pula pasukannya, apabila buruk rajanya buruk pula pasukannya. (Atsar Shahih)
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan, Amalan hati adalah pokok sedangkan amalan badan adalah penyerta dan penyempurna, sesungguhnya niat itu adalah laksana ruh, sedangkan amal itu laksana badan. Apabila ruha meninggalkan badan maka akan mati.
Amalan badan tidak ada manfaatnya tanpa ada amalan hati. amalan hati lebih wajib bagi setiap hamba dari pada amalan badan. Amalan hati adalah pokoknya amal, meskipun seorang beramal dengan amalan yang banyak namun hatinya tidak ihklas karena Allah Ta'ala maka amalannya tidak akan diterima oleh Allah, seperti halnya orang-orang munafik yang juga shalat bersama kaum muslimin, namun didalam hatinya terdapat pendustaan dan kebencian terhadap islam, maka Allah tidak akan menerima amal-amal mereka, seberapapun besarnya. dijelaskan dlam QS. An-Nisaa ayat: 142.
Al Imam Ibnu Qoyyim juga berkata menyucikan hati lebih berat dari pada mengobati luka yang berada di badan. Barangsiapa menyucikan dirinya dengan cara latihan spiritual, menyepi, bertapa dlsb, yang tidak dicontohkan oleh Nabi, ibaratnya orang sakit yang mengobati dirinya denganra'yunya (dengan kebodohannya). bagaimana akan sembuh kalau dia tidak bertanya kepada dokter (hati)/ ahlinya. tentunya harus mengikuti para Rasul, sahabatnya dan ulama.
KIAT-KIAT UNTUK MENCAPAI KEBERKAHAN HIDUP

Yang pertama adalah: Beriman Kepada Allaah Ta'ala. Inilah syarat pertama dan terbesar agar rizki dan kehidupan kita diberkahi oleh Allaah Ta'ala, sebagaimana diterangkan didalam QS. Al-A'raf ayat: 96. Yang artinya : Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatanya.
Demikianlah imbalan Allaah kepada orang yang beriman dari hamba-hamba-Nya. dan sebaliknya kepada orang yang kufur dengan Allaah Ta'ala, niscaya ia tidak akan pernah merasakan keberkahan dalam hidupnya.

Yang kedua: Beramal shalih adalah: Menjalankan perintah Allaah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan syari'at yang diajarkan oleh Rasulullah. dijelaskan Allaah dalam QS. An-Nahl ayat: 97: Barangsiapa yang beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Yang ketiga adalah Bersyukur kepada Allaah Ta'ala, karena semua nikmat yang ada pada kita datangnya dari Allaah Ta'ala.  yaitu dengan cara kita gunakan ke jalan yang diridhoi-Nya dan jangan sampai kita gunakan untuk bermaksiat kepada Allaah. Di jelaskan  didalam QS. Ibrahim ayat: 7. Dan ingatlah tatkal Rabbmu mengumandangkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu kufur dari nikmat-Ku maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.

Yang kempat  mendirikan shalat. shalat yang ditegakan dengan baik yaitu dengan menyempurnakan syarat, rukun, wajib-wajibnya akan mewarnai karakter seorang muslim, ia akan menjadi seorang yang berprangai baik, berbudi luhur, berahklak mulia dan hidupnya penuh dengan kebahagian dan kedamaian. Di jelaskan Allaah Ta'ala dlam QS. Thaha ayat: 132.

Yang kelima Membayar Zakat dan berifaqk di jalan Allaah. di jelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat; 261, 265 juga dalam Ar-Rum ayat: 39.

Yang keenam bersifat Qona'ah dengan karunia Allaah. sebab sifat qona'ah dan lapang dada dengan pembagian Allaah kekayaan yang tidak ada bandingnya. di jelaskan dalam hadist Rasul (HR. Imam Ahmad yang shahihkan oleh Al-Alabani) yang artinya Sesungguhnya Allaah Yang Maha luas karunianya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Dia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridho dengan pembagian  Allaah 'Azza wa jalla maka Allaah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa tidak ridho dan puas, niscaya rizkinya tidak di berkahi.

Yang ketujuh Beristighfar/Bertaubat dari segala dosa, sebaab dosa dalah merupakan penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya adapun taubat dan istighfar penyebab datangnya rizki dan diberkahinya. di jelakan dalam QS; An-Nuh ayat 10-12.

Kedelapan amenyambung tali silahturahmi yaitu menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang terjalin dengan dan mereka hubungan nasab. Sabda Rasul: Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan atau diberkahi rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilahturrahim (Muttafaqun 'alaih).

Kesembilan yaitu mncari rizki dari jalan yang halal di jelaskan dalam hadist yang artinya : Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir yang telah ditentukan untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram. ( HR. Ibnu Majah, 'Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim, serta dishahihkan oleh Al-Alabani).

Kesepuluh  Bekerja diwaktu pagi karena pagi adalah merupakan waktu dimulainya aktifitas manusia, dan padanya seorang merasakan semangat serta produktifitas karena mereka telah istirahat diwaktu malamnya untuk itu kita harus menjauhkan sifat malas pada diri kita. Sebagaimana dijelaskan dalam Hadist yang artinya: Ya Allaah, berkahilah untuk umatku waktu pagi mereka. ( HR. Abu Dawud, At-Tirmdzi, An-Nassai, Ibnu Majah dishahihkan oleh Al-Alabani).

Kesebelas yaitu Tawakal Kepada Allaah. Bila diatas dijelaskan bahwa diantara penyebab diberkahinya rizki kita adalah bekerja dan merasa puas dengan yang Allah berikan kepada kita. Sebab kita lahir kedunia ini sudah disertai dengan ditakdirkan dengan rizkinya. Dalam Hadist dijelaskan: Andaikata engkau bertawakal Kepada Allaah Ta'ala dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan melimpahkan rizki-Nya kepadamu, sebagaimana Allah melimpahkan rizki kepada burung, yang setiap pagi pergi dalam keadaan lapar dan pada sore hari pulang ke sarangnya dalam keadaan kenyang. ( HR. Imam Ahmad, dan lain-lain).

Keduabelas yaitu menempuh hidup sederhana. diantara hal yang tidak kalah pentingnya adalah hidup berhemat dan sederhana. kita membelanjakan harta kekayaan dengan penuh tanggung jawab. dengan demikian, tidak ada sedikitun dari harta kita yang dibelanjakan kurang berguna atau sia-sia bahkan ke hal yang diharamkan oleh Allah. harta adalah amanah dari-Nya dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. QS. At-Takatsur: 8 yang artinya,  Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tetang kenikmatan.
QS. Al-Furqan: 67  Dan orang-orang yang apabila membelanjakan hartanya, mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak pula kikir, dan adalah pembelanjaan itu ditengah-tengah antara yang demikian.
inilah 12 kiat agar kita mendapat berkah dan ridho dari Allaah Ta'ala

Senin, 03 Juni 2013

Orientasi Akhirat

Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa yang menjadikan negeri akhirat sebagai orientasinya maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya dan Dia akan mengumpulkan segala kekuatannya sementara dunia ini akan datang mengejarnya dengan penuh ketundukan, dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai orientasinya maka Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya dan mencerai-beraikan kekuatannya dan dunia tidak datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya." (H.R. Tirmidzi)

Sabtu, 01 Juni 2013

arti keberkahan rizki . arti Al Barakah adalah berkembang, bertambahnya kebaikan dan kebahagiaan. dalil dari keberkahan rizki adalah Surat Saba ayat : 15 yang artinya (Negerimu adalah) negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampu.   Demikianlah Allah Ta'ala menyimpulkan kisah bangsa Saba' suatu negeri yang tatkala penduduknya beriman, beramal shalih, penuh dengan keberkahan. Sampai-sampai ulama ahli tafsir mengisahkan bahwa: Dahulu wanita kaum Saba' tidak perlu memanen buah-buahan kebun mereka. Untuk mengambil hasil kebunnya, mereka membawa kranjang diatas kepalanya, lalu melintas dikebunya maka buah-buahan yang telah masak berjatuhan memenuhi kranjang, tanpa harus bersusah payah untuk memetiknya. Begitulah keberkahan reziki yang diberikan oleh Allah Ta'ala apabila umatnya beriman, beramal shalih dan bersyukur Kepada-Nya.

Jumat, 31 Mei 2013

informasi untuk ayat AlQuran tentang kebersihan ada di dalam surat Al Maidah ayat 6 tentang Wudhu/Tharah

Rabu, 29 Mei 2013

Lima kesempatan sebelum datang lima hal

Ibnu abas RA, berkata Nabi SAW bersabda ketika menasihati beliau (aku)
1. Gunakan waktu mudamu sebelum rentamu.
2. Gunakan waktu sehatmu sebelum sakitmu.
3. Gunakan Kayamu sebelum miskinmu.
4. Gunakan waktu kosongmu sebelum waktu sibukmu.
5. Gunakan waktu hidupmu sebelum matimu.

Selasa, 28 Mei 2013

Renungan Rabu pagi tentang keutamaan baca ayat Al-Quran

"Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat sepuluh kali. aku tidak mengatakan Alif Lam Mim, Alif satu hurup, Lam satu huruf, Mim satu huruf" (HR Tirmidzi dan Ibnu majah)

Senin, 27 Mei 2013

Fitnah
fitnah adalah perkataan bohong yang disebarkan dengan maksud menjelekan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang).
dengan fitnah semua kehidupan manusia hancur baik dari segi mental maupun moril, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qura'an (Al Baqarah:191)

"dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), Maka bunuhlah mereka. Demikanlah Balasan bagi orang-orang kafir.

[117] Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.
 dan kita juga diajak untuk selalu meneliti dan mencermati segala bentuk berita yang datang dari manapun sehingga kita tidak bisa terprovokasi, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat Al Hujurat: 6.
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu"

Rabu, 22 Mei 2013

Tujuh Golongan Manusia Yang dilindungi Oleh ALLAH SWT 

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: 
1.    Pemimpin yang adil. 
2.    Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ‘ibadah kepada Rabbnya. 
3.    Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid. 
4.    Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah.
5.    Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’. 
6.    Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. 
7.    Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.” 
(HR. Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712)

 


Kekuatan Do'a

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doanya oleh Allah SWT, yaitu doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang dianiyaya, dan doa orang yang puasa hingga ia berbuka. (Al-Hadist).

    “ Apabila hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang keberadaa-Ku, maka jawablah bahwa Aku sangat dekat dan Aku mengabulkan doa orang-orang yang berdoa kepada-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah 186).

RAHASIA PUASA SENIN KAMIS





Rasulullah SAW bersabda ” puasalah engkau, niscaya akan sehat. Sabda beliau diucapkan 15 abad silam, ketika dunia medis kedokteran belum maju dan secanggih sekarang. Dan sabda Rasul itu terbukti kebenarannya.

Dan Beberapa Manfaat Puasa Senin Kamis Sendiri adalah :

Puasa membawa manfaat yang banyak, baik secara fisik, akal pikiran dan jiwa diantaranya:
Tazkiyatun Nafs (Menyucikan Jiwa)

Yakni menyucikan jiwa dari sifat-sifat dusta, berkata kotor. Bisa saja orang berkata sedang berpuasa padahal barusan saja dia makan dan minum. Orang yang berpuasa berlatih menyingkirkan sifat dusta dan menjunjung kejujuran. Sebenarnya, kejujuran dapat membantu kita meraih kehidupan yang lebih baik di kemudian hari. Bahkan hanya bermodalkan kejujuran saja bisa memulai berbisnis. Pejabat yang jujur tentunya akan lebih amanah. Nah, kejujuran sangatlah sangat penting.
Menyehatkan badan

Puasa dapat mengistirahatkan organ pencernaan di tubuh kita. Misalkan kita sarapan nasi goreng pada jam 7 pagi. Pada saat menelannya, nasi tersebut masuk melalui pipa eshopagus menuju lambung. Didalam lambung, nasi itu dicerna selama 4 jam sambil sedikit demi sedikit diteruskan ke usus halus. Hal ini terjadi terus menerus sampai lambung kosong. Setelah itu, nasi tadi dicerna oleh usus halus selama 4 jam. Setelah itu, barulah nasi yang sudah berubah wujudnya menjadi molekul diserap sarinya oleh tubuh kita.

Jadi, untuk memproses makanan pencernaan kita butuh 8 jam (akan kosong pada jam 3 sore). Padahal, kita makan siang pada jam 12. Dan begitu seterusnya hingga makan malam. Belum lagi kalau kita makan cemilan diantara jam jam makan itu. Ibarat mesin, pencernaan kita butuh istirahat yang cukup.

Masih banyak manfaat lain bagi kesehatan organ tubuh kita.
Belajar sabar

Saat puasa, orang yang mudah marah dibiasakan untuk menahan amarahnya. Selain itu, kita harus besabar untuk bangun sahur dan menunggu waktu berbuka. Pikiran dan kata kata yang jelek yang biasa terlintas harus kita redam. Hubungan suami istri juga harus diatur. Hampir mustahil manusia bisa melakukannya tanpa adanya sarana khusus untk belajar sabar namun sangatlah mungkin tercapai jika kita serius.

Menurunkan berat badan

Untuk Menurunkan berat badan, kita tetap harus memperhatikan pola makan diluar hari puasa. Jangan karena tidak berpuasa lalu makan secara berlebihan. Makanlah secukupnya saja. Ini juga merupakan tantangan tersendiri bagi kita diluar hari puasa. Kalau sudah terbiasa menahannya, nafsu makan akan berkurang dengan sendirinya sampai dengan batas normal. Itu saya alami sendiri.

Dan bonus bagi orang yang berpuasa sunnah adalah pahala besar dari Allah Swt. Puasa memiliki nilai khusus yang tidak dimiliki oleh ibadah ibadah lainnya karena puasa adalah untuk Allah Swt bukan untuk dirinya sendiri.
Referensi : 

Hargai Karya tulis orang lain dan lampirkan sumbernya!

Sumber Artikel ini dari: http://hermanbagus.blogspot.com/2012/12/manfaat-puasa-senin-kamis.html#ixzz2U1NijmXn





”Kebersihan Sebagian Dari Iman”. Hadits itu adalah sabda Nabi SAW yang berbunyi,”Ath-thahuuru syatrul iimaan…” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi) (Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Jami’ Ash-Shaghir, II/57; Imam Al-Qazwini, Bingkisan Seberkas 77 Cabang Iman (Terj. Mukhtashar Syu’abul Iman Li Al-Imam Baihaqi), hal. 66-67).

Selasa, 21 Mei 2013

Kisah Seorang Yang Syukur dan Dua Temannya Yang Kufur



Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah salallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil yang belang, botak, dan buta. Allah bermaksud menguji mereka, maka Allah mengutus malaikat kepada mereka. Malaikat itu datang kepada Si Belang dan bertanya, 'Apakah sesuatu yang paling engkau inginkan?' Si Belang menjawab, 'Saya menginginkan paras yang tampan dan kulit yang bagus serta hilangnya penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku.' Maka, malaikat itu lantas mengusap Si Belang. Seketika itu hilanglah penyakit yang menjijikkan itu serta ia diberi paras yang tampan dan kulit yang bagus. Malaikat itu bertanya lagi, 'Harta apakah yang paling engkau senangi?' Si Belang menjawab, 'Unta (atau ia mengatakan sapi).' Kemudian, ia diberi unta yang bunting sepuluh bulan, dan malaikat tadi berkata, 'Semoga Allah memberi berkah dan rahmat atas apa yang engkau terima. Kemudian, malaikat itu datang kepada Si Botak dan bertanya, 'Apakah sesuatu yang paling engkau inginkan?' Si Botak menjawab, 'Rambut yang rapi dan hilangnya penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku ini.' Malaikat lantas mengusap Si Botak dan seketika hilanglah penyakit dan tumbuh rambut yang rapi sebagai gantinya. Malaikat itu bertanya lagi, 'Harta apakah yang paling engkau senangi?' Si Botak menjawab, 'Sapi.' Kemudian ia diberi sapi yang sedang bunting, dan malaikat tadi berkata, ''Semoga Allah memberi berkah dan rahmat atas apa yang engkau terima.' Kemudian, malaikat itu datang kepada Si Buta dan bertanya, 'Apakah sesuatu yang paling engkau inginkan?' Si Buta menjawab, 'Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang-orang. Malaikat lantas mengusap Si Buta dan Allah mengembalikan penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi, 'Harta apakah yang paling engkau senangi?' Si Buta menjawab, 'Kambing.' Kemudian, ia diberi kambing yang sedang bunting. Lama kelamaan unta, sapi, kambing yang telah diberikan kepada ketiga orang tersebut berkembang biak, dan unta tersebut memenuhi satu lapangan, begitu pula sapi dan kambing. Pada suatu waktu malaikat datang kepada Si Belang dan menyamar sebagai orang yang berpenyakit belang seperti keadaan Si Belang pada awalnya sambil berkata, 'Saya adalah seorang miskin dan telah kehabisan bekal di tengah perjalanan ini, dan sampai hari ini tidak ada harapanku kecuali hanya kepada Allah, kemudian kepadamu. Saya benar-benar meminta pertolongan kepadamu dengan menyebut Dzat yang telah memberi engkau paras yang tampan dan kulit yang halus serta harta kekayaan, saya meminta kepadamu seekor unta untuk bekal melanjutkan perjalanan saya.' Si Belang menjawab, 'Hak-hak yang harus saya berikan masih banyak dan saya tidak bisa memberi bekal apa-apa.' Malaikat itu berkata, 'Kalau tidak salah saya pernah kenal denganmu, bukankah kamu dulu orang yang mempunyai sakit belang dan orang-orang jijik kepadamu, dan bukankah kamu dulu orang yang miskin, lalu Allah memberi rahmat kepadamu?' Si Belang berkata, 'Sesungguhnya saya mempunyai harta kekayaan ini dari nenek moyang.' Malaikat berkata, 'Jika kamu berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaanmu semula.' Kemudian, malaikat datang kepada Si Botak dengan menyerupai orang yang berpenyakit botak seperti keadaan Si Botak waktu itu, dan berkata seperti apa yang dikatakannya kepada Si Belang. Si Botak juga menjawab seperti Si Belang, kemudian malaikat itu berkata, 'Jika kamu berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaanmu semula.' Malaikat melanjutkan perjalanannya ke tempat Si Buta dengan menyerupai orang yang buta seperti keadaan Si Buta waktu itu, dan berkata, 'Saya adalah orang yang miskin, saya telah kehabisan bekal di tengah-tengah perjalanan ini dan tidak ada lagi harapanku kecuali kepada Allah, kemudian kepadamu. Saya benar-benar minta pertolongan kepadamu dengan menyebut Dzat yang telah mengembalikan penglihatanmu, yaitu saya meminta satu ekor kambing untuk bekal di dalam melanjutkan perjalanan saya.' Si Buta menjawab, 'Saya dulu adalah orang buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya, dan dulu saya orang miskin, kemudian Allah memberi kekayaan seperti ini. Maka, ambillah apa yang kamu inginkan. Demi Allah, sekarang saya tidak akan memberatkan sesuatu kepadamu yang kamu ambil karena Allah.' Malaikat itu berkata, 'Peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu hanyalah diuji dan Allah benar-benar ridha terhadap kamu dan Allah telah memurkai kepada kedua kawanmu'." (HR Bukhari dan Muslim). Dari ketiga orang yang mendapatkan ujian dari Allah SWT itu, akhirnya hanya satu yang lulus menghadapi ujian dari Allah SWT. Adapun yang dua orang tidak lulus. Keduanya itu ialah Si Belang dan Si Botak. Keduanya tidak bersyukur setelah diberi kekayaan yang melimpah dan kesembuhan dari segala penyakitnya. Keduanya lupa bahwa awalnya tidak lain adalah orang-orang yang hidupnya sering dilecehkan dalam kehidupan bermasyarakat karena penyakit yang dideritanya. Kemudian, setelah sembuh dari penyakitnya dan harta mulai mendekatinya hingga menjadi orang yang kaya raya, mereka lupa kepada Allah SWT. Keduanya kikir atas hartanya yang melimpah ruah itu. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa orang yang datang meminta pertolongan itu memiliki doa yang sangat makbul. Ketika mereka tidak mamu menolongnya, keluarlah doa dari orang yang meminta pertolongan itu, yang tidak lain adalah malaikat yang diutus oleh Allah. Doa dari malaikat yang menyamar itu makbul, dan akhirnya kedua orang yang diuji itu menjadi seperti semula: berpenyakitan dan jatuh dalam kemiskinan. Yang lulus menghadapi ujian ialah Si Buta, orang yang dengan pertolongan Allah SWT kemudian menjadi tidak buta dan diberi harta kekayaan yang melimpah. Meski sudah berubah, ia tetap bersyukur kepada Allah dan mau membantu sesama orang yang sedang kesulitan. Terbukti ketika Allah SWT mengujinya dengan didatangi malaikat yang menyamar menjadi manusia yang lemah dan meminta tolong, ia mau menolongnya dengan ikhlas karena Allah semata.

MORALITAS DAN MENTALITAS JATI DIRI PRAJURIT TNI AD SEBAGAI SASARAN STRATEGIS DALAM PEMBINAAN MENTAL


 

Latar Belakang Tugas pokok TNI yang utuh menyeluruh dalam rangka pertahanan keamanan negara dalam perannya sebagai bhayangkari negara dan pembangunan bangsa dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Sebagai tentara pejuang dan tentara profesional, TNI bersama komponen bangsa lainnya bertanggung jawab dalam mempertahankan kedaulatan dan integritas bangsa dan negara terhadap ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri. Disamping itu TNI juga memikul tugas dan tanggung jawab untuk bersama kekuatan bangsa lainnya untuk melaksanakan dan menjaga kelangsungan pembangunan nasional dalam mencapai cita-cita bangsa di atas. Dengan berakhirnya kekuasaan Orde Baru, keberadaan TNI digugat oleh sekelompok masyarakat yang menganggap TNI merupakan bagian dari Orde Baru tersebut dan bertanggung jawab terhadap keterpurukan bangsa Indonesia pada saat ini. Hal ini diperparah dengan maraknya keinginan sebagian kelompok masyarakat untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segala argumentasi pembenarnya, yang antara lain terjadi di Aceh dan Irian Jaya. Lahirnya pemerintahan Reformasi yang merupakan hasil Pemilu tahun 1999 masih belum mampu untuk mengatasi berbagai gejolak yang timbul di sebagian wilayah nasional. Bahkan ada kecenderungan gejala-gejala disintegrasi bangsa menjadi semakin nyata dengan munculnya kasus Aceh, Ambon dan Irian Jaya yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan dengan baik. Pada masa sekarang ini, TNI seperti juga tentara di negara lain memiliki tugas-tugas untuk melaksanakan operasi perang dan non perang. Operasi perang merupakan tugas utama TNI dalam menghadapi ancaman militer dari luar, sedangkan tugas-tugas operasi militer selain perang (Military Operation Other Than War- MOOTW) merupakan tugas perbantuan TNI kepada pemerintah dan masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tugas-tugas tersebut terdiri atas berbagai jenis , seperti tugas civic missions, human disaster relief, International Peacekeeping Operation, dan tugas-tugas perbantuan kepada pemerintah sipil dalam menjalankan fungsi-fungsi kepolisian. Perlu adanya penyamaan presepsi dalam memahami pengertian tugas perbantuan TNI bahwasanya tugas perbantuan TNI terdiri atas tugas penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan (Humanitarian relief), tugas kegiatan sosial kemasyarakatan (civic mission), tugas pemberian bantuan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan di bidang keamanan dan ketetiban umum serta tugas pemeliharaan perdamain dunia di bawah naungan perserikatan bangsa-bangsa dan atau organisasi internasioanal maupun regional lain yang diakui oleh pemerintah. Penugasan TNI yang saat ini dilakukan adalah melaksanakan pengamanan wilayah perbatasan yang berada di Wilayah Papua dan Wilayah Kalimantan, ini merupakan tugas yang sangat baik apabila dilaksanakan dengan benar dan penuh rasa tanggung jawab. Berbagai kejadian yang terjadi akhir-akhir ini adalah adanya pembunuhan oleh prajurit terhadap pacar dan calon mertuanya, adanya penyerangan terhadap pos militer di papua dan adanya penyerangan Polres di OKU palembang, kejadian ini merupakan cerminan wujud dari perilaku aparatur TNI dalam mengemban tugas pertahanan negara. Pembahasan Pelaksanaan tugas yang dibebankan oleh negara kepada TNI adalah merupakan tugas negara yang sangat terhormat oleh karena itu setiap individu prajurit harus melandasinya dengan sikap yang baik karena ini merupakan tugas negara. Dengan adanya moralitas dan mentalitas dalam pelaksanaan tugas bagi individu prajurit akan mendapatkan nilai-nilai dalam pelaksanaan tugasnya diantaranya adalah: 1. Nilai Ketaqwaan dan Keimanan. Taqwa mengandung arti mengamalkan ajaran-ajaran agama dengan ikhlas, dalam pelaksanaan tugas negara landasan keimanan dan ketaqwaan akan mampu menghilangkan segala hambatan dan kendala yang terjadi di medan penugasan. 2. Nilai Pengabdian Nilai pengabdian merupakan kebulatan tekad bagi prajurit dalam menjalankan tugas negara dengan berbagai konsekwensi dalam pelaksanaan tugasnya semua di serahkan demi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. Dalam pengabdian kepada negara mempunyai semangat juang yang pantang menyerah dengan tidak mengharapkan pujian atau imbalan dari siapapun dan mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. 3. Nilai Moralitas/Akhlak Nilai moralitas akan mencerminkan pelaksanaan tugas mempunyai jiwa nasionalisme yang kuat dimana keberanian dalam menumbuhkan harkat dan martabat bangsa akan tetap terjaga, jiwa patriotisme yang tangguh dan jiwa keperwiraan/kepemimpinan yang handal. Amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman “Bahwa seorang tentara adalah manusia biasa, untuk menjadi manusia tentu banyak menghadapi godaan, godaan yang paling berat bagi seorang tentara adalah harta, tahta dan wanita. Oleh karena itu jagalah dirimu baik –baik dari godaan tersebut dan khususnya para perwiranya, apabila ingin menjadi perwira yang baik jangan sampai terpengaruh oleh uang, harta dan wanita” 4. Nilai Kesetiaan Nilai kesetiaan adalah prajurit yang loyal terhadap keputusan musyawarah dan perintah kedinasan dengan berpendirian teguh pada mempertahanakan Kedaulatan dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5. Nilai kedisiplinan Nilai kedisiplinan akan mengembangkan dan menjalankan tugas di daerah dalam keadaan aman dan terkendali, hal ini karena ikut merasa bertanggung jawab dalam menjalankan tugas negara, ikut mendukung dan merasa bertanggung jawab dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara. Nilai kedisiplinan akan mengakar pada setiap prajurit dimana kesediaan untuk mematuhi norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku dengan suatu kebersamaan 6. Nilai keuletan Nilai keuletan adalah mempunyai makna tabah dan tahan uji dalam pelaksanaan tugas dengan berbagai kondisi dan situasi pantang menyerah dan gigih dalam mempertahankan kemerdekaan negara. 7. Nilai pengorbanan. Nilai pengorbanan ini meliputi sebagai prajurit rela meninggalkan sikap materialistis didaerah penugasan maupun di satuan tempat pengabdiannya, mempunyai jiwa dan semangat kejuangan yang tinggi, memiliki kemampuan dan kesanggupan rela berkorban demi bangsa, rakyat dan negara. Penutup Demikianlah uraian tulisan ini dapat membuat kesimpulan dalam rangka membuat suatu konsep Moralitas dan Mentalitas Jati Diri Prajurit TNI AD sebagai Sasaran Strategis dalam Pembinaan Mental diantaranya: a. Moralitas dan Mentalitas prajurit akan menjadikan dan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas negara. b. Pembinaan mental memegang peranan penting dalam pelaksanaan tugas. c. Jati diri Prajurit TNI AD dilandasai oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. d. Sasaran strategis dalam pembinaan mental bagi prajurit TNI AD terletak dari bagaimana peran pimpinan dalam mengendalikan bawahannya. Adapun saran yang dapat disampaikan dalam tulisan ini adalah agar pembinaan mental senantiasa dilaksanakan secara terus menerus dengan pendekatan pemahaman keagamaan. 

Bandung, Mei 2013 Penulis Dindin Rozadin, S.Sos Kapten Inf NRP 21960026750775