Rabu, 05 Juni 2013

PENTINGNYA TAZKIYATUN NUFUS (PENYUCIAN JIWA)
Tazkiyatun nufus dapat diperoleh dengan melakukan amal-amal yang ihklas hanya mengharap ridho Allah dan mengikuti Sunnah Rasul. dapat kita lihat dalam QS. Al-A'laa: 14-15 yang artinya: Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat Nama Rabb-Nya lalu ia shalat. Hati ini kelak akan ditanya tentang apa yang terlintas, apa yang dipikirkan dan apa yang diyakininya.
Hati ibarat raja, sedangkan anggota badan ibarat pasukannya, apabila baik rajanya maka baik pula pasukannya, apabila buruk rajanya buruk pula pasukannya. (Atsar Shahih)
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan, Amalan hati adalah pokok sedangkan amalan badan adalah penyerta dan penyempurna, sesungguhnya niat itu adalah laksana ruh, sedangkan amal itu laksana badan. Apabila ruha meninggalkan badan maka akan mati.
Amalan badan tidak ada manfaatnya tanpa ada amalan hati. amalan hati lebih wajib bagi setiap hamba dari pada amalan badan. Amalan hati adalah pokoknya amal, meskipun seorang beramal dengan amalan yang banyak namun hatinya tidak ihklas karena Allah Ta'ala maka amalannya tidak akan diterima oleh Allah, seperti halnya orang-orang munafik yang juga shalat bersama kaum muslimin, namun didalam hatinya terdapat pendustaan dan kebencian terhadap islam, maka Allah tidak akan menerima amal-amal mereka, seberapapun besarnya. dijelaskan dlam QS. An-Nisaa ayat: 142.
Al Imam Ibnu Qoyyim juga berkata menyucikan hati lebih berat dari pada mengobati luka yang berada di badan. Barangsiapa menyucikan dirinya dengan cara latihan spiritual, menyepi, bertapa dlsb, yang tidak dicontohkan oleh Nabi, ibaratnya orang sakit yang mengobati dirinya denganra'yunya (dengan kebodohannya). bagaimana akan sembuh kalau dia tidak bertanya kepada dokter (hati)/ ahlinya. tentunya harus mengikuti para Rasul, sahabatnya dan ulama.
KIAT-KIAT UNTUK MENCAPAI KEBERKAHAN HIDUP

Yang pertama adalah: Beriman Kepada Allaah Ta'ala. Inilah syarat pertama dan terbesar agar rizki dan kehidupan kita diberkahi oleh Allaah Ta'ala, sebagaimana diterangkan didalam QS. Al-A'raf ayat: 96. Yang artinya : Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatanya.
Demikianlah imbalan Allaah kepada orang yang beriman dari hamba-hamba-Nya. dan sebaliknya kepada orang yang kufur dengan Allaah Ta'ala, niscaya ia tidak akan pernah merasakan keberkahan dalam hidupnya.

Yang kedua: Beramal shalih adalah: Menjalankan perintah Allaah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan syari'at yang diajarkan oleh Rasulullah. dijelaskan Allaah dalam QS. An-Nahl ayat: 97: Barangsiapa yang beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Yang ketiga adalah Bersyukur kepada Allaah Ta'ala, karena semua nikmat yang ada pada kita datangnya dari Allaah Ta'ala.  yaitu dengan cara kita gunakan ke jalan yang diridhoi-Nya dan jangan sampai kita gunakan untuk bermaksiat kepada Allaah. Di jelaskan  didalam QS. Ibrahim ayat: 7. Dan ingatlah tatkal Rabbmu mengumandangkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu kufur dari nikmat-Ku maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.

Yang kempat  mendirikan shalat. shalat yang ditegakan dengan baik yaitu dengan menyempurnakan syarat, rukun, wajib-wajibnya akan mewarnai karakter seorang muslim, ia akan menjadi seorang yang berprangai baik, berbudi luhur, berahklak mulia dan hidupnya penuh dengan kebahagian dan kedamaian. Di jelaskan Allaah Ta'ala dlam QS. Thaha ayat: 132.

Yang kelima Membayar Zakat dan berifaqk di jalan Allaah. di jelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat; 261, 265 juga dalam Ar-Rum ayat: 39.

Yang keenam bersifat Qona'ah dengan karunia Allaah. sebab sifat qona'ah dan lapang dada dengan pembagian Allaah kekayaan yang tidak ada bandingnya. di jelaskan dalam hadist Rasul (HR. Imam Ahmad yang shahihkan oleh Al-Alabani) yang artinya Sesungguhnya Allaah Yang Maha luas karunianya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Dia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridho dengan pembagian  Allaah 'Azza wa jalla maka Allaah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa tidak ridho dan puas, niscaya rizkinya tidak di berkahi.

Yang ketujuh Beristighfar/Bertaubat dari segala dosa, sebaab dosa dalah merupakan penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya adapun taubat dan istighfar penyebab datangnya rizki dan diberkahinya. di jelakan dalam QS; An-Nuh ayat 10-12.

Kedelapan amenyambung tali silahturahmi yaitu menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang terjalin dengan dan mereka hubungan nasab. Sabda Rasul: Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan atau diberkahi rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilahturrahim (Muttafaqun 'alaih).

Kesembilan yaitu mncari rizki dari jalan yang halal di jelaskan dalam hadist yang artinya : Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir yang telah ditentukan untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram. ( HR. Ibnu Majah, 'Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim, serta dishahihkan oleh Al-Alabani).

Kesepuluh  Bekerja diwaktu pagi karena pagi adalah merupakan waktu dimulainya aktifitas manusia, dan padanya seorang merasakan semangat serta produktifitas karena mereka telah istirahat diwaktu malamnya untuk itu kita harus menjauhkan sifat malas pada diri kita. Sebagaimana dijelaskan dalam Hadist yang artinya: Ya Allaah, berkahilah untuk umatku waktu pagi mereka. ( HR. Abu Dawud, At-Tirmdzi, An-Nassai, Ibnu Majah dishahihkan oleh Al-Alabani).

Kesebelas yaitu Tawakal Kepada Allaah. Bila diatas dijelaskan bahwa diantara penyebab diberkahinya rizki kita adalah bekerja dan merasa puas dengan yang Allah berikan kepada kita. Sebab kita lahir kedunia ini sudah disertai dengan ditakdirkan dengan rizkinya. Dalam Hadist dijelaskan: Andaikata engkau bertawakal Kepada Allaah Ta'ala dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan melimpahkan rizki-Nya kepadamu, sebagaimana Allah melimpahkan rizki kepada burung, yang setiap pagi pergi dalam keadaan lapar dan pada sore hari pulang ke sarangnya dalam keadaan kenyang. ( HR. Imam Ahmad, dan lain-lain).

Keduabelas yaitu menempuh hidup sederhana. diantara hal yang tidak kalah pentingnya adalah hidup berhemat dan sederhana. kita membelanjakan harta kekayaan dengan penuh tanggung jawab. dengan demikian, tidak ada sedikitun dari harta kita yang dibelanjakan kurang berguna atau sia-sia bahkan ke hal yang diharamkan oleh Allah. harta adalah amanah dari-Nya dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. QS. At-Takatsur: 8 yang artinya,  Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tetang kenikmatan.
QS. Al-Furqan: 67  Dan orang-orang yang apabila membelanjakan hartanya, mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak pula kikir, dan adalah pembelanjaan itu ditengah-tengah antara yang demikian.
inilah 12 kiat agar kita mendapat berkah dan ridho dari Allaah Ta'ala

Senin, 03 Juni 2013

Orientasi Akhirat

Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa yang menjadikan negeri akhirat sebagai orientasinya maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya dan Dia akan mengumpulkan segala kekuatannya sementara dunia ini akan datang mengejarnya dengan penuh ketundukan, dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai orientasinya maka Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya dan mencerai-beraikan kekuatannya dan dunia tidak datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya." (H.R. Tirmidzi)

Sabtu, 01 Juni 2013

arti keberkahan rizki . arti Al Barakah adalah berkembang, bertambahnya kebaikan dan kebahagiaan. dalil dari keberkahan rizki adalah Surat Saba ayat : 15 yang artinya (Negerimu adalah) negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampu.   Demikianlah Allah Ta'ala menyimpulkan kisah bangsa Saba' suatu negeri yang tatkala penduduknya beriman, beramal shalih, penuh dengan keberkahan. Sampai-sampai ulama ahli tafsir mengisahkan bahwa: Dahulu wanita kaum Saba' tidak perlu memanen buah-buahan kebun mereka. Untuk mengambil hasil kebunnya, mereka membawa kranjang diatas kepalanya, lalu melintas dikebunya maka buah-buahan yang telah masak berjatuhan memenuhi kranjang, tanpa harus bersusah payah untuk memetiknya. Begitulah keberkahan reziki yang diberikan oleh Allah Ta'ala apabila umatnya beriman, beramal shalih dan bersyukur Kepada-Nya.