PENTINGNYA TAZKIYATUN NUFUS (PENYUCIAN JIWA)
Tazkiyatun nufus dapat diperoleh dengan melakukan amal-amal yang ihklas hanya mengharap ridho Allah dan mengikuti Sunnah Rasul. dapat kita lihat dalam QS. Al-A'laa: 14-15 yang artinya: Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat Nama Rabb-Nya lalu ia shalat. Hati ini kelak akan ditanya tentang apa yang terlintas, apa yang dipikirkan dan apa yang diyakininya.
Hati ibarat raja, sedangkan anggota badan ibarat pasukannya, apabila baik rajanya maka baik pula pasukannya, apabila buruk rajanya buruk pula pasukannya. (Atsar Shahih)
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan, Amalan hati adalah pokok sedangkan amalan badan adalah penyerta dan penyempurna, sesungguhnya niat itu adalah laksana ruh, sedangkan amal itu laksana badan. Apabila ruha meninggalkan badan maka akan mati.
Amalan badan tidak ada manfaatnya tanpa ada amalan hati. amalan hati lebih wajib bagi setiap hamba dari pada amalan badan. Amalan hati adalah pokoknya amal, meskipun seorang beramal dengan amalan yang banyak namun hatinya tidak ihklas karena Allah Ta'ala maka amalannya tidak akan diterima oleh Allah, seperti halnya orang-orang munafik yang juga shalat bersama kaum muslimin, namun didalam hatinya terdapat pendustaan dan kebencian terhadap islam, maka Allah tidak akan menerima amal-amal mereka, seberapapun besarnya. dijelaskan dlam QS. An-Nisaa ayat: 142.
Al Imam Ibnu Qoyyim juga berkata menyucikan hati lebih berat dari pada mengobati luka yang berada di badan. Barangsiapa menyucikan dirinya dengan cara latihan spiritual, menyepi, bertapa dlsb, yang tidak dicontohkan oleh Nabi, ibaratnya orang sakit yang mengobati dirinya denganra'yunya (dengan kebodohannya). bagaimana akan sembuh kalau dia tidak bertanya kepada dokter (hati)/ ahlinya. tentunya harus mengikuti para Rasul, sahabatnya dan ulama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar